System Kerja Thin Client
| 01.33 |
Thin
client adalah perangkat komputer kecil atau ramping atau tipis dengan
biaya rendah, dan dikelola secara terpusat di server tanpa CD-ROM,
disket dan hardisk. Gagasannya adalah untuk membatasi kemampuan komputer
pada umumnya dari aplikasi lain yang seharusnya tidak digunakan.
Thin
client ini tidak rentan terhadap serangan malware bahkan pada merk
tertentu tidak rentan terhadap virus, memiliki daya tahan hardware lebih
lama, penggunaan daya listrik yang sangat kecil dengan harga yang lebih
murah.
murah.
Thin
client juga dapat disebut sebagai suatu perangkat dengan aplikasi
perangkat lunak yang menggunakan model client-server dimana server
melakukan semua proses tersebut.
Thin
client dapat menjadi solusi biaya-efektif untuk bisnis atau organisasi
yang memerlukan beberapa komputer yang semuanya melakukan hal yang sama.
Sebagai contoh, siswa di kelas semua bisa menjalankan program yang sama
dari server, masing-masing menggunakan mesin thin client sendiri.
Karena server menyediakan perangkat lunak untuk setiap komputer pada
jaringan, tidak perlu untuk setiap NC memiliki hard drive. Thin client
juga lebih mudah dikelolala dalam jaringan komputer karena masalah
perangkat lunak hanya perlu dikelola hanya di server, bukan pada setiap
komputer.
Definisi lain thin client adalah sebuah komputer client yang bergantung pada server untuk melakukan pengolahan data, dapat berupa dedicated thin cliet terminal atau PC biasa yang menggunakan perangkat lunak thin client untuk mengirim input keyboard dan mouse ke srver dan menerima output dari server ke layar thin client tersebut. Thin client tidak memproses data apapun, melainkan hanya proses user interface (UI) saja.
Ada
tiga cara thin client digunakan. Dua yang pertama adalah thin client
tradisional, pengolahan hanya user interface (UI), dan yang ketiga
adalah variasi proses data.
1 – Shared Services (UI Processing)
Menggunakan
perangkat lunak shared terminal services seperti Windows Terminal
Services, Windows Remote Desktop Services atau Citrix XenApp, pengguna
berbagi sistem operasi dan aplikasi di server kepada semua pengguna
stations thin client. Meskipun disajikan atau ditampilkan dengan desktop
mereka sendiri, pengguna tidak memiliki fleksibilitas yang sama seperti
yang mereka lakukan dengan PC pada umumnya, sebab teknologi ini
membatasi terminal thin client hanya untuk menjalankan aplikasi yang
ditentukan oleh server misalnya tugas-tugas sederhana seperti membuat
folder dan shortcut. Lihat Terminal Services, Jasa Desktop Remote dan
XenApp Citrix.
2 – Desktop Virtualization (UI Processing)
Menggunakan
produk seperti VMware Desktop Manager (VDM), komponen VDI di Layanan
Remote Desktop dan Citrix XenDesktop, desktop masing-masing pengguna (OS
dan aplikasi) berada di partisi terpisah di server disebut “mesin
virtual” (VM). Pengguna pada dasarnya disajikan dengan PC mereka
sendiri, kecuali jika secara fisik berada jauh dari server di
datacenter. Mereka dapat memodifikasi desktop dan menambahkan aplikasi
mereka bisa dengan PC mereka sendiri (“fat client”). Untuk rincian pada
arsitektur virtual mechine, anda dapat lihat virtual mechine : Remote
Desktop Services, Citrix XenDesktop, VMware dan virtualisasi desktop.
3 – Browser Based (Pengolahan Data)
Pendekatan
ini menggunakan PC biasa yang terhubung ke Internet, dan aplikasi
dijalankan di web browser. Meskipun mesin pengguna melakukan pengolahan
data komputasi thin client, proses ini diatur oleh software dan data
yang diambil dari jaringan sangat sedikit, jika ada, disimpan secara
lokal.
Web-based
e-mail adalah contoh pengolahan berbasis browser, dan aplikasi berbasis
Web seperti Google Apps dan Zoho juga sangat populer (lihat SaaS).
Dalam beberapa kasus, model seperti ini adalah pendekatan dari “jaringan
komputer”, yang gagal karena pernah mengurangi harga PC (lihat komputer
jaringan).
1.1 Latar Belakang
Jaringan
Thin Client adalah suatu lingkungan jaringan, yang mana client
berfungsi sebagai terminal yang mengakses data dan aplikasi dari
komputer server.
Secara
terpusat pengolahan data dilakukan oleh server. Sedangkan client hanya
memproses input dari keyboard, mouse, dan keluaran berupa tampilan atau
gambar (display), hal ini karena proses seutuhnya dilakukan oleh
server. Server utama menyediakan aplikasi dan sumber daya lainnya untuk
sejumlah besar
Terminal. Terminal (client) hanya cukup mengoperasikan mouse, keyboard dan monitor, client dapat menjalankan berbagai aplikasi yang terinstall pada server. Thin Client Server Computing (TCSC) merupakan suatu konsep jaringan komputer yang menekankan proses komputasi pada sisi Client yang berkinerja seminimal mungkin. Dalam konsep TCSC, terdiri dari Server dan Client, sisi client disebut juga dengan Thin Client karena dapat menjalankan banyak aplikasi yang terinstal pada Server dengan spesifikasi dibawah standar (sisi client), seperti menjalankan MS Office XP dengan prosesor 486.
Terminal. Terminal (client) hanya cukup mengoperasikan mouse, keyboard dan monitor, client dapat menjalankan berbagai aplikasi yang terinstall pada server. Thin Client Server Computing (TCSC) merupakan suatu konsep jaringan komputer yang menekankan proses komputasi pada sisi Client yang berkinerja seminimal mungkin. Dalam konsep TCSC, terdiri dari Server dan Client, sisi client disebut juga dengan Thin Client karena dapat menjalankan banyak aplikasi yang terinstal pada Server dengan spesifikasi dibawah standar (sisi client), seperti menjalankan MS Office XP dengan prosesor 486.
Pada generasi pertama jaringan komputer, konsep Thin Client Server
Computing (TCSC) juga sudah digunakan dan lebih dikenal dengan istilah dumb
terminal, yaitu client hanya digunakan untuk memberi input dan melihat hasil.
1.2 Tujuan
Sistem
komputasi thin client menawarkan pengguna komputer pribadi yang
mengandalkan kecepatan tinggi jaringan dengan server jauh. Banyak
perangkat thin client host hanya perangkat lunak remote desktop atau
browser web, yang memungkinkan semua proses yang signifikan untuk
ditangani oleh server.
Perangkat
komputasi thin client relatif rendah pemeliharaan, membuat sistem
mereka lebih mudah untuk menginstal dan beroperasi, namun user interface
sangat akrab bagi personel terbiasa untuk komputer pribadi
konvensional. Tergantung pada spesifikasi masing-masing, satu PC
biasanya dapat menampung lima atau lebih aplikasi thin client. Ratusan
thin client dapat ditangani oleh server yang lebih kuat, yang mungkin
diperlukan oleh sekolah-sekolah dan bisnis perencanaan untuk banyak
workstation untuk dioperasikan pada anggaran. Menimbang bahwa unit biaya
sekitar $ 70 dapat menggantikan komputer konvensional, komputasi thin
client masuk akal ekonomi.
dalam penerapannya Thin Client Server Computing tidak merubah secara
dalam satu jaringan dengan Thin Client Server Computing. Karena
keseluruhan sistem maupun infrastruktur yang sudah ada.
dalam satu jaringan dengan Thin Client Server Computing. Karena
keseluruhan sistem maupun infrastruktur yang sudah ada.
1.3 Fungsi
Keuntungan dan Keterbatasan Thin Client Server ComputingTerdapat beberapa keuntungandan keterbatasan dalam menerapkanjaringan Salah satu kelebihan dari konsep Thin ClientServer Computing adalahkompetibilitas. Sistem yang sudah ada, seperti Client-Server, bisaditerapkanbersamaan Thin Client, keuntungan tersebut adalah:
•Fleksibilitas, jaringan thin client jauh lebih fleksibel dan sederhanadalam penyediaan danpengembanganaplikasi yang beragam.
•Kemudahan adminstrasi dan manajemen, untuk memperbaharui
(upgrade) perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware)
dilakukan secara terpusat pada komputer server, sehingga
pemeliharaan akan jauh lebih mudah.
•Biaya dan Waktu, menggunakan jaringan thin client cenderung bertahan
lama, hal ini karena untuk memperbaharui (upgrade) perangkat lunak
(software) dan perangkat keras (hardware) cukup hanya dilakukan
pada server. Upgrade tersebut dilakukan pada server agar kemampuan
server meningkat atau berkinerja tinggi dalam memberikan pelayanan
pada client.
•Kemudahan adminstrasi dan manajemen, untuk memperbaharui
(upgrade) perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware)
dilakukan secara terpusat pada komputer server, sehingga
pemeliharaan akan jauh lebih mudah.
•Biaya dan Waktu, menggunakan jaringan thin client cenderung bertahan
lama, hal ini karena untuk memperbaharui (upgrade) perangkat lunak
(software) dan perangkat keras (hardware) cukup hanya dilakukan
pada server. Upgrade tersebut dilakukan pada server agar kemampuan
server meningkat atau berkinerja tinggi dalam memberikan pelayanan
pada client.
-keterbatasan dari jaringan Thin Client adalah sebagai berikut:
•Ketahanan Jaringan Thin Client memerlukan kehandalan dan kinerja
tinggi server dan infrastruktur jaringan. Pengguna (user) tidak
memiliki kebebasan dalam jaringan tersebut. Setiap kegagalan atau
kemunduran jaringan akan menghambat produktivitas dari semua
pengguna (user).
•Menggunakan Thin Client tidak akan berfungsi dengan baik bila
digunakan dalam bidang komputasi, seperti penggunaan aplikasi yang
membutuhkan kerja prosesor dan grafis secara intensif, seperti
aplikasi sistem informasi geografi (GIS).
-Prinsip Kerja Thin Client Server Computing.
Konsep dasar cara kerja Thin Client Server Computing (TCSC) adalah
melakukan komputasi sesuai dengan input dari sisi Thin Client dan mengirimkan
hasil output berupa gambar atau display yang akan ditampilkan dimonitor client.
Dengan demikian, pada sisi client tidak diperlukan kemampuan komputasi yang
besar mengingat aplikasi yang diperlukan semua sudah dijalankan oleh server.
Komunikasi antara Thin Client dengan Server:
•Dari thin client ke server: input keyboard dan mouse.
•Dari server ke thin client: berupa gambar atau tampilan melalui monitor.
Untuk memungkinkan server melakukan proses sesuai input dari sisi client dan
mengirimkan hasilnya kembali, diperlukan software Terminal Server/Aplication
Server, atau sistem operasi yang sudah memiliki fasilitas tersebut.
Teknologi Pendukung Thin Client Server Computing.
Citrix Metaframe adalah salah satu teknologi pendukung Thin Client
Server Computing, yang dikeluarkan oleh Citrix System, Inc. Citrix Metaframe
memerlukan sistem operasi untuk berfungsi sebagai Terminal/Aplication Server.
Adapun aplikasi yang terdapat pada Citrix Metaframe adalah.
a)Metaframe Aplication Server adalah aplikasi yang berfungsi sebagai
Terminal/Apilcation Server, yang berjalan pada komputer server.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Metaframe 1.8 for
Windows 2000 Advanced Server sebagai Terminal/Aplication Server
dengan sistem operasi Microsoft Windows 2000 Advanced Server.
b)Citrix ICA (Independent Computing Architecture) Client adalah
aplikasi yang berfungsi sebagai client yang digunakan untuk
mengakses Terminal/Aplication Server (Metaframe Aplication
Server). Sebagai Client peneliti menggunakan Citrix ICA Client for
DOS.

0 komentar:
Posting Komentar